Melalui Sail Nias, Indonesia akan Menjadi Puncak Pertumbuhan Pariwisata

0
35

NIAS- Sail Nias 2019 merupakan event tahunan Sail Indonesia yang bertujuan mempercepat pembangunan dan mempromosikan potensi wisata maritim Indonesia hingga ke mancanegara. Digelarnya acara puncak Sail Nias 2019 di Pelabuhan Baru, Teluk Dalam, pada 14 September 2019, menandai berakhirnya rangkaian acara Sail Indonesia tahun ini.

Kehadiran Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, disambut dengan tarian Foalo dan Fadolihia khas Nias Selatan.

Acara puncak juga diwarnai dengan pertunjukan tari kolosal dan paduan suara dari pelajar di Nias Selatan, parade kapal nelayan yang diiringi paramotor dan parapride, flypass pesawat, aeromodelling, dan terjun payung.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih karena begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan pariwisata di wilayah Nias dan Sumatera Utara secara keseluruhan. Gubernur Edy berharap kepada pemerintah pusat, untuk selalu berkenan dalam mendorong perkembangan pariwisata di daerah itu.

“Nias memiliki potensi wisata kelas dunia, sebagai lokasi terbaik untuk surfing. Di Nias juga terdapat desa arkeologi megalitikum. Berdasarkan data di tahun 2019 ini, kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara mencapai 200 ribu orang. Saya berharap kita mampu menjadi tuan rumah yang ramah kepada pengunjung”, tutur Edy memberi sambutan di acara puncak Sail Nias 2019.

Menkumham Yasonna Laoly dalam laporan singkatnya terkait Sail Nias 2019 menyampaikan, Sail Nias secara resmi menunjukkan bahwa Nias telah menuju gerbang destinasi wisata bahari dunia.

“Sail Nias telah memperkokoh visi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia dan untuk meningkatkan perekonomian melalui bidang maritim. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pariwisata,”kata Yasonna.

Dalam acara puncak ini juga dilakukan penandatanganan secara simbolik sampul peringatan Sail Nias 2019 oleh Menko Kemaritiman. Ini bertujuan mempromosikan wisata di Nias Selatan. Seperti ombak di Pantai Sorake, tari perang dan tradisi lompat batu melalui perangko.

Kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU antara pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan pengelola Museum Pusaka Nias, dalam rangka revitalisasi dan pengembangan museum pusaka Nias sebagai warisan budaya.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya mengatakan, Sail Nias 2019 digelar untuk mempercepat pembangunan wisata Nias.

“Jadi untuk mendorong perekonomian melalui pariwisata di Nias Selatan, event bertaraf internasional ini digelar. Nias terkenal sebagai lokasi terbaik surfing di Internasional. Sehingga kegiatan ini diharapkan memiliki dampak yang dapat berkelanjutan ke depannya. Indonesia akan menjadi pilar pertumbuhan melalui pariwisata termasuk Pulau Nias yang menjadi fokus utamanya,” jelas Luhut.

Presiden juga telah memutuskan untuk mengharmonisasikan peraturan-peraturan yang ada dengan visi Indonesia kedepannya, setelah dilantiknya Presiden Joko Widodo dalam periode keduanya. Sehingga arus investasi di Indonesia akan berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan yang berarti. Dan secara tidak langsung Indonesia akan lebih kompetitif nantinya.

“Ayo kita siapkan diri, menyambut diri, menyiapkan diri. Nias 2019 ini bukan awal tapi proses setelahnya ada event yang digelar untuk tetap mempromosikan Nias. Dengan demikian akan mempertajam ekonomi di Nias Kepulauan. Kami tekadkan akan membangun Nias kedepannya”, tambah Luhut. (suci).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here